Kefir sejak dahulu memang dipercaya sebagai minuman kesehatan yang kaya akan zat gizi, serta mampu tangkal berbagai macam penyakit. Lalu, apa sebenarnya minuman kefir itu?
Kefir adalah minuman yang berasal dari susu, hasil fermentasi oleh sejumlah mikroba, yaitu bakteri penghasil asam laktat (BAL), bakteri penghasil asam asetat dan khamir (ragi).
Minuman kefir sudah dikenal sejak beberapa abad lalu di wilayah eks Uni Soviet, khususnya di Pegunungan Kaukasus bagian utara. Kata kefir berasal dari bahasa Turki, keif yang berarti good feeling atau feeling good. Disebut demikian karena seseorang akan merasa enak setelah mengonsumsi kefir secara teratur.
Pada awalnya kefir dibuat secara tidak sengaja, yaitu menempatkan susu yang telah ditambah bibit kefir pada kantong yang terbuat dari kulit domba. Kantong itu digantung di pintu rumah, sehingga setiap orang yang lalu lalang melewati pintu secara otomatis akan menyentuh kantong, sehingga bergoyang. Hal itu ternyata memberikan efek pengadukan terhadap susu, sehingga membantu kelancaran proses fermentasi oleh mikroba.
Selama puluhan tahun, rahasia pembuatan kefir hanya diketahui secara turun-temurun oleh penduduk asli Pegunungan Kaukasus. Baru pada tahun 1908, untuk pertama kalinya bibit kefir berhasil dibawa keluar dari Pegunungan Kaukasus menuju kota Moscow. Dari kota itulah khasiat dan teknologi pembuatan kefir menyebar ke seluruh dunia.
Saat ini kefir sangat dikenal luas di Eropa dan diperdagangkan dengan berbagai sebutan, kephir, kiaphur, kefyr, knapon, kepi dan kippe. Kepopuleran kefir didukung oleh bukti-bukti ilmiah bahwa di dalamnya terkandung probiotik (bakteri hidup) dan komponen-komponen yang berperan penting bagi kesehatan. Itulah salah satu rahasia umur panjang penduduk Kaukasus.