Rabu, 07 September 2011

Pertanyaan Seputar Kefir dan Jawabannya

FAQ (Pertanyaan yang sering ditanyakan)

1. Apakah Kefir sama dengan Yoghurt atau Yakult?
Kefir berbeda dengan Yoghurt ataupun Yakult.Perbedaannya terletak pada bahan yang dipakai untuk memfermentasikannya.
Yoghurt adalah susu yang difermentasi dengan 2 jenis bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopillus .
Yakult adalah susu yang difermentasi oleh jenis bakteri Lactobacillus casei jenis Shirota.
Kefir adalah susu yang di fermentasi dengan Kefir Grains yang terdiri dari berbagai jenis bakteri asam laktat dan ragi. Kefir Grains itu sendiri merupakan simbiosa dari berbagai macam bakteri dan ragi,warnanya putih,lembut,agak elastis karena mengandung polisakarida serta mengandung berbagai jenis mikroba yang sering disebut mikroflora yaitu : 18 jenis lactobacillus, 8 jenis streptococci, 14 jenis ragi dan 2 jenis acetobacter .


2. Apakah Kefir minuman biasa atau obat?
Di Rusia Kefir digolongkan ke dalam makanan/mionuman utama,dan dibuat peraturan penggunaan Kefir sebagai terapi di rumah sakit dan Sanatorium Khusus untuk penderita TBC dan sakit paru-paru. Jadi secara umum dapat dikatakan Kefir merupakan minuman kesehatan atau minuman Probiotic

3. Selain untuk pengobatan TBC & paru-paru, apakah Kefir bisa mengobati penyakit lainnya ?
Kefir di Rusia digunakan sebagai terapi di rumah sakit. Para ahli dari negara maju mempelajari dan meneliti tentang Kefir, studi ilmiah dilakukan oleh negara-negara Eropa seperti : Polandia, Norwegia, Jerman, California Amerika. Hasil riset membuktikan bahwa Kefir benar-benar mengandung kadar nutrisi yang sangat bagus untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit.


4. Manfaat apa saja yang terdapat dalam Kefir ?
Kefir mengandung mineral dan asam amino ,yang berfungsi membantu proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Proteinnya mudah dicerna,khususnya asam amino triptophan yang banyak terdapat dalam Kefir, efeknya menenangkan syaraf.
Kalsium dan Magnesium membantu kesehatan syaraf dan menenangkan sistem syaraf sehingga baik untuk menghilangkan stress dan depresi.
Phospor dalam Kefir berguna untuk membantu mencerna karbohidrat,lemak, protein, pertumbuhan sel serta perawatan sel dan penghasil energi.
Biotin dalam Kefir berfungsi untuk pembentukkan. Vitamin B seperti Vitamin B1, B2,B6,B12, K seperti asam folat. Asam Panthotenat yang berfungsi untuk menjaga kesehatan ginjal,sistem syaraf,menghaluskan kulit, dan memperpanjang usia. Kefir membantu membersihkan usus halus dan menyeimbangkan bakteri menguntungkan dalam pencernaan karena mudah dicerna, menyumbang bakteri dan ragi yang menguntungkan, vitamin, mineral dan protein lengkap.
Kefir membantu sistem kekebalan tubuh dan telah digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien panderita AIDS, sindrome kelelahan kronis, herpes dan kanker.
Efek penenang pada sistem syaraf banyak membantu mereka yang sulit tidur (insomnia) , depresi dan ADHD (attention Deficit Hyperactive Disorder)

5. Apakah Kefir cocok untuk ibu hamil dan menyusui ?
Kefir sangat dianjurkan mengingat ibu hamil membutuhkan sejumlah nutrisi yang digunakan untuk pertumbuhan janin dalam rahim . Sedangkan untuk ibu yang menyusui harus ada asupan gizi yang memadai agar pertumbuhan bayi sehat dan kuat. Dalam Kefir terkandung zat-zat gizi seperti protein. lemak, vitamin, mineral dan zat gizi lainnya yang menambah imunitas (daya tahan) tubuh dianjurkan untuk pertumbuhan anak .


6. Apakah Kefir dapat dikonsumsi oleh Penderita sakit maag ?
Dalam keadaan perut kosong, pH asam lambung antara 3-3,5 karena keasaman ini kebanyakan bakteri yang terdapat dalam lambung terbunuh, tetapi ada beberapa macam bakteri seperti Lactobacillus dan Streptococcus yang terkenal dapat bertahan dalam keasaman tinggi, mampu bertahan sebesar 100-1000 unit/mg dalam isi lambung. Ketika makanan masuk ke dalam lambung, asam dalam lambung diencerkan sehingga bakteri dalam makanan dan lambung dapat tumbuh kembali, tetapi dalam proses pencernaan dan pH menurun, sebagian bakteri terbunuh dan hanya bakteri dapat mentoleransi asam yang dapat bertahan. Karena kandungan Kefir terdiri dari simbiosis bakteri Lactococcus dan Streptococcus yang tahan terhadap asam, sehingga dapat dipakai menambah/ menggantikan bakteri yang terbunuh tersebut untuk menentralisir asam lambung dan membantu pencernaan .


7. Apakah Kefir mengandung bahan pengawet ? Tahan berapa lama untuk disimpan ?
Kefir tidak mengandung dan tidak membutuhkan bahan pengawet, karena Kefir mengandung asam yang berfungsi sebagai pengawet. Kefir dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama merskipun sebagian zat-zat tertentu akan berkurang setelah disimpan 2 bulan. Tetapi Kefir tetap mempertahankan sebagian besar zat yang diperlukan sebagai minuman probiotic.

8. Siapa sajakah orang yang membutuhkan Kefir ? Apakah ada kriteria bahwa seseorang membutuhkan Kerfir ?
Semua orang butuh sehat . Terutama orang yang berada di lingkungan/ menghirup zat-zat toksik yang dapat mempengaruhi kesehatan, antara lain:
* Perokok aktif / pasif
* Orang yang terkena asap polusi kendaraan, pabrik, asap dari pembakaran sampah dll
* Orang yang bekerja di gedung ber-AC, berkarpet dan tertutup
* Orang yang menggunakan cat, perekat / lem, bensin, insektisida, herbisida dalam pekerjaannya
* Orang yang mengalami masalah pernafasan / sinusitis
* Orang yang menderita sakit persendian, sakit otot/reumatik
* Orang yang alergi makanan, sehingga menimbulkan reaksi alergi kulit
* Orang yang sering mengkonsumsi obat untuk mengurangi rasa sakit atau obat-obatan kimia, karena Kefir adalah untuk detoksifikasi racun dari dalam tubuh
* Orang yang sering minum alkohol
* Orang yang sering berkonsumsi daging (sate, gule, steak, baso dll), terutama daging yang dibakar
* Orang yang sering stress, depresi dalam mengerjakan pekerjaannya
* Orang yang sering kena flu (baruk pilek), infeksi ringan atau gangguan pada penglihatan

9. Bagaimana mempersiapkan Kefir agar enak untuk dikonsumsi?
Rasa Kefir sebelum ditambah bahan perasa lain berasa asam (pH 3,6-4,6). Sebagian besar konsumen mengeluh karena rasa asamnya tetapi bila Kefir dikonsumsi dengan tambahan rasa manis seperti gula, madu, sirup / pemanis yang mengandung kadar sukrosa/ glukosa/ galaktosa, maka gugus gula tersebut akan diurai oleh bakteri dan ragi kefir sehingga kadar alkohol meningkat. Dianjurkan penambahan rasa diberikan pada saat akan dikonsumsi, dapat juga mengolahnya kembali menjadi menu kaluarga seperti membuat jus buah, pizza, membuat acar/asinan sayuran, membuat mentega.

Sumber : www.kefirsehat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar